Kisah Obat Nyamuk Setan

Oleh: Muhammad Zen

Kejadian ini tepatnya hari Minggu 17 Juni 2001, saat itu saya masih menempuh studi pesantren mahasiswa yang ada di wilayah Ciputat. Menjelang libur mengaji, rekan seperjuangan saya sebut saja namanya Yusuf  Qadir asal kediri berkunjung bersama-sama ke rumah orang tua saya di Bekasi yang tidak begitu jauh jaraknya dari tempat kami mengaji. Jika diukur jarak tempuh menggunakan kendaraan umum tidak kurang dari dua setengah jam sampai di tempat tujuan. Kebetulan kami sampai di Bekasi masih jam empat sore.

Sebab hari itu liburan, keluarga saya semuanya berkumpul di rumah orang tua. Lantas saya perkenalkan rekan mengaji kepada keluarga dengan riang gembira, berbincang-bincang terkadang guyonan juga keluar yang membuat suasana saat itu menjadi hangat dan akrab. Memasuki tengah malam, konsekuensi logis dengan berkumpul keluarga semuanya ruang tidurpun terisi penuh. Sehingga kami disarankan orang tua untuk melepas kelelahan di rumah nenek yang masih ada –di sana– kamar kosong, tentunya jarak rumah itu berdampingan dengan rumah kami. Seperti biasanya untuk menghindari gigitan serangga, sebelum tidur kami sekeluarga selalu membakar obat nyamuk yang posisinya diletakkan di bawah bangku tak terkecuali di ruang keluarga.

Justru dengan obat nyamuk ini menjadi cerita tersendiri bagi keluarga kami dengan ulah Yusuf. Setelah shalat Subuh, obat nyamuk masih menyalah dan kami sarapan pagi di rumah nenek yang nasi dan lauk pauknya berasal dari rumah orang tua. Sarapan usai, saya meninggalkan yusuf sendirian di kamar itu untuk membereskan piring ditaruh pada posisi sebelumnya.  Saya kaget saat kembali ke kamar tidur ternyata tidak ada Yusuf. Saya keluar dan memanggilnya dia pun ada di halaman depan rumah dengan ekspresi wajah pucat pasih. Pada awalnya saya tidak mengerti mengapa raut wajahnya seperti itu?

Saya tidak mengindahkannya, untuk itulah saya mengajaknya masuk kembali ke rumah orang tua untuk menonton acara TV bersama keluarga, meskipun di rumah nenek ada TV yang inc-nya lebih besar. Di tengah-tengah menyaksikan acara itu, kembali saya dikejutkan oleh tingkah laku Yusuf dengan tergesa-gesa keluar dari ruang keluarga. Pertanyaan dalam hatipun terbersit mengapa rekan saya keluar dari ruangan dengan ekspresi wajah yang lebih takut menuju halaman rumah. Lantas saya menghampirinya dan bertanya,  “Ada apa gerangan kok wajah kamu seperti itu !!!!!???” jujur ia menjelaskan bahwa rumah saya banyak setannya. Nada penasaran tak terelakkan untuk mengorek informasi darinya. Apa buktinya tanya saya, ada asap keluar dari bangku yang ada di kamar tidur dan bangku ruang keluarga dengan lughas dia menjawabnya. Sebab tahu bahwa yang ada di bangku adalah  obat bakar nyamuk spontan saya tertawa terpingkal-pingkal.  Sambil tertawa, saya ajak kembali dia ke kamar tidur dan ruang keluarga untuk membuktikan dari mana sumber asap itu, saya perlihatkan iniloh… sumbernya obat bakar nyamuk yang menyebabkan kamu takut bahwa di rumah ini banyak setannya!?? Mendengar penjelasan dari saya diapun tertegun malu disambut gerr… gelak tawa keluarga yang kebetulan sedang menyaksikan televisi.

Muhammad Zen