Oleh: Muhammad Zen

Dalam Islam kita dianjurkan untuk menjaga kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Islam mengajarkan kepada umatnya menjaga kebersihan dan menkonsumsi makanan yang halal dan toyyib. Bukankah kebersihan sebagian dari pada iman? Oleh karena itu Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin mengajarakan kita berbagai aspek kehidupan demikian halnya aspek kesehatan. Dalam kajian fiqih Islam mengajarkan kita pola hidup sehat, orang yang berhadas besar diwajibkan mandi wajib, dianjurkan untuk berwudhu, jika tidak ada bertayamum, bersuci diri dari najis, menggosok gigi, mandi setiap hari, berolah raga, menjaga pola makan yang halal dan toyyib. Demikian halnya, agar kesehatan mental terjaga, senantiasa sehat dan berenergi, kita dianjurkan berzikir kepada Allah. Bukankah dengan berzikir kepada-Nya hati menjadi tenang.


الأ بذكرالله تطمئن القلوبصوموا تصحوا

Sesuai dengan peribahasa :” Lebih baik menjaga dari pada mengobati”, senada dengan peribahasa ini juga adalah sedia payung sebelum hujan. Betapa Indah nikmat kesehatan yang telah Allah berikan kepada Kita. Dengan demikian sudah sepatutnya bagi kita untuk menjaga pola hidup sehat.

Di Tahun yang baru ini dan disamping berbarengan pula dengan ibadah kurban dan haji, sebagai umat Islam hendaknya memperbaiki kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Tahun baru ini hendaknya lebih baik dari sebelumnya baik dalam peningkatan ibadah mahdoh/ritual maupun ibadah maliah/sosial.

خير الناس من طال عمره وكثر عمله (رواه الترميذي

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ (الرعد: 11)

يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ(168 البقرة

Artinya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Dari berbagai media informasi yang beredar di tengah-tengah kita baik media cetak dan elektronika. Kini kian hari isu yang sedang menghantui kita semua sebagai bangsa Indonesia adalah isu formalin. Dalam catatan majalah Teen perlu kita ketahui Formalin sudah beredar pada sejumlah makanan di Indoesia sejak 25 tahun lalu. Padahal pemerintah telah melarang penggunaannya dengan mengeluarkan keputusan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 472. Tahun 1996 tentang Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan dan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 254 Tahun 2000 tentang Tata Niaga Impor dan Peredaran Bahan Berhaya Tertentu. Formalin termasuk bahan berbahaya yang dimaksud karena zat kimia itu bisa menghancurkan organ tubuh manusia.

Pertanyaannya bagi kita semua sebagai bangsa yang gemah ripah loh jenawi adalah kenapa penggunaan formalin masih merejalela di tengah-tengah kita? Gimana dengan kita yang sudah mengonsumsinya cukup lama? Sebagai umat Islam kita tidak usah panik memikirkan yang telah kita makan yang jelas-jelas halal. Hanya saja perlu kita mewaspadai saja apa yang kita makan.

انا عند الظن عبدهظهر الفساد فى البر والبحر بما كسبت أيدى الناس (الروم:41)

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM), banyak bahan pangan olahan yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet. Kalau mau jujur masyarakat kita sebetulnya sudah tahu ciri-ciri makanan yang mengandung formalin. Adapun ciri-ciri bahan pangan yang mengandung formalin seperti;

Ayam: Tidak berbau, berwarna lebih putih, kaku, tekstur lebih halus. Kalau tidak dikerubungi lalat berarti kadar formalinnya sangat banyak.Bakso: Kenyal, berbau khas formalin, lebih putih, kalau dilempar mental.Mie, Kwetlauw Basah: Sangat berminyak, beraroma menyengat.jika ditarik tidak mudah putus.Bihun: Kenyal, jika dilempar mental, tekstur lebih kenyal, tidak mudah hancur, bisa tahan lebih dari 12 jam, beraroma menyengat.Ikan Basah: Warna bola mata merah, insang merah, kaku, sisik, mengilap, tidak amis.Ikan Asin: Bisa tahan sampai lebih dari 1 bulan, warna bersih dan cerah, tidak mudah, hancur, tidak berbau khas ikan asin.

Isu formalin juga sudah sudah sering kita dengar. Belum lagi kasus mencuat borax, baso daging tikus dan banyak lagi yang lainnya. Tapi kenapa kita sendiri suka melanggarnya? Kalau ditanya jawabannya enteng, “Makan formalin nggak mati ini …”Memang makan sekarang nggak langsung mati, tapi kalau zat kimia itu tertimbun terus menerus dalam tubuh kita, lama kelamaan… akan merusak daya tahan tubuh bahkan menyebabkan kematian. Masalah kematian memang urusan Yang Maha Esa. Dia yang menghidupan dan Dia-pula yang mematikan. Namun manusia hanya berusaha.

الانسان بالتفكير والله بالتدبير

Artinya: Manusia yang merencanakan Allah jua yang menentukan

Kalau begitu sebetulnya Formalin itu apa sih? Sehingga menakutkan kita semua! Formalin adalah nama dagang larutan formaldehida dalam air dengan kadar30-40 persen. Pada awalnya formalin adalah barang impor yang hanya boleh dilakukan oleh Importir Produsen Bahan Berbahaya yang sudah disetujui oleh Direktur Jenderal, Perdagangan Luar Negeri. Formalin dilarang diperjualbelikan atau dipindah tangankan kepada siapa saja karena zat ini sangat berbahaya. Tetapi karena kapasitas produksi di Indonesia kian hari kian bertambah, maka formalin mulai diproduksi di dalam negeri. Sejak itulah formalin mudah didapat dan harganya sangat murah. Satu liter formalin harganya bervariasi antara Rp. 3.000,- sampai Rp. 8.000,-. Selain bisa mengawetkan, formalin juga menghancurkan. Formalin bisa bereaksi dengan semua zat yang ada dalam sel tubuh manusia. Dalam buku kesehatan terhindar dari keracuanan yang diterbitkan oleh UI, Jika kandungan formalin dalam tubuh tinggi maka bisa menyebabkan iritasi lambung, iritasi saluran pernafasan, mengganggu fungsi hati, ginjal, jantung, dan sistem reproduksi. Dan banyak banget lagi yang diserang! Zat formalin juga bersifat karsinogenik. Artinya dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kanker. Sedangkan efek langsungnya kalau oranq menqonsumsi formalin dalam jumlah berlebih maka ia akan muntaber (muntah,diare bercampur darah), kencing darah, bisa juga mati mendadak karena peredaran darah yang gagal. Nauzubillah min zalik.

Formalin bereaksi secara alami untuk melindungi dari serangan bakteri berikutnya. Bau amis seperti ikan, cumi, atau ayam akan hilang jika diberi formalin sehingga tidak ada lalat yang mau mendekatinya. Lalat saja tidak mau mendekat, kucing pun enggan memakannya, kenapa kita begitu lahapnya yang jelas-jelas binatang saja tidak mau?

Oleh karena itu, diharapkan para menjual untuk tidak menggunakan bahan berbahaya formalin. Agar dagangannya tetap menjadi laku. Kejujuran menuju kesuksesan. setidak-tidaknya banyak cara menuju Roma, Agar Penjual tidak menggunakan formalin hendaknya Makanan yang kira-kira nggak tahan lama, langsung saja masukkan lemari es, bukankah ini lebih beres, nggak lagi takut bau. Kadar Formalin yang boleh masuk tubuh.American Conference of Governmental and Industrial Hygienists (ACGIH) menetapkan ambang batas (Threshold LimitValue/TLV) untuk formaldehida adalah 0,4 ppm/mg. International Programme on Chemical Safety (1PCS) menetapkan formaldehida yang dapat diterima tubuh dalam bentuk air minum adalah 1,1 mg per liter. Atau, dalam satu hari orang hanya boleh mengonsumsi 2 mg formalin dalam air minumnya. Sedangkan formalin yang diperbolehkan masuk tubuh adalah 1,5 mg sampai 14 mg per hari. Asal tidak melebihi batas yang ditetapkan. Bukankah secara alami bahan makanan pun sudah mengandung formalin? Jadi jangan takut karena hampir semua jaringan tubuh mempunyai kemampuan untuk memetabolisme formaldehida. Salah satunya adalah membentuk asam format yang kemudian dikeluarkan melalui urine. Formalin juga dapat dikeluarkan dalam tubuh sebagai C02 melalui pernafasan. Selain itu tubuh juga bisa memetabolisme formaldehida dengan cara bereaksi dengan DNA atau protein untuk membentuk molekul yang lebih besar, yang akan digunakan sebagai bahan tambahan DNA atau protein tubuh. Formalin akan membahayakan kesehatan jika kadarnya mencapai 20 ppm/mg. Yang jelas, mari bersama-sama introspeksi diri kita masing-masing. Nggak usah panik. Tetap waspada agar jangan sampai kadar formalin menumpuk ditubuh kita. Sebab banyak pedagang yang belum paham benar penggunaan formalin dan akibat yang ditimbulkannya. Bisa jadi seorang pedagang tahu, mie, bakso, empek-empek, atau ikan, memberikan formalin dalam jumlah banyak agar dagangannya bisa bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Kitalah yang mesti waspada dan menjaga kesehatan diri sendiri.

TERAPI AGAR TETAP SEHAT

Di tahun baru ini dan saat idul adha kita harus bijak dan sabar menghadapi ujian

.وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (البقرة: (155

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, Imam Jalaludin dalam kitab al-Asybah wa an-ndhair:درأ المفاسد مقدم على جلب المصالح

الضرر يزال

الضرورة تبيح المحظورات

Disampaikan pada: Khutbah Jum’at Masjid Jami Nurul Iman Ciganjur

Aula SC UIN Jakarta, 13 Januari 2005