MANAJEMEN KEBAIKAN MENJADIKAN ORANG SANGAT BERMAKNA

By Republika Newsroom

Selasa, 03 Februari 2009 pukul 17:27:00

JAKARTA – Festival Ekonomi Syariah (FES) kembali hadir di tahun ini. Kegiatan ekshibisi yang bertujuan mempromosikan lembaga keuangan syariah ini akan berlangsung mulai hari ini, Rabu (4/2) hingga Minggu (8/2) di Jakarta Convention Center.

FES yang kali ini memiliki tema Menuju Indonesia Lebih Sejahtera merupakan bagian sosialisasi dan edukasi yang dilakukan Bank Indonesia untuk masyarakat umum. Dalam acara ini pun tak hanya diperkenalkan mengenai perbankan syariah, namun juga lembaga keuangan syariah lainnya, asosiasi syariah, produk dan gerakan ekonomi syariah.

Seluruh pelaku industri yang berbasis syariah pun ditargetkan ikut memeriahkan FES II ini. Tak hanya bank syariah, namun juga BPRS, BMT, Asuransi Syariah, perusahaan pembiayaan, badan zakat dan wakaf, konsultan syariah, lembaga pendidikan yang memiliki jurusan ekonomi syariah, pengusaha haji dan umroh, pelaku usaha ritel dan UMKM dan masyarakat umum. Sejumlah acara pun telah dipersiapkan diantaranya adalah gempita iB campaign, syariah family day, olimpiade ekonomi syariah, kompetisi debat ekonomi syariah, kompetisi foto, band, nasyid dan seminar.

Pertumbuhan perbankan syariah Indonesia yang mencatat prestasi cukup pesat dengan rata-rata pertumbuhan 60 persen per tahun dalam beberapa tahun terakhir membuat industri keuangan ini terus berkembang. Tercatat hingga November 2008 aset bank syariah mencapai sekitar Rp 47 triliun, meningkat Rp 12 triliun dari awal tahun 2008. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar sebagai penyedia produk dan jasa perbankan syariah dan instrument investasi berbasis syariah.

Selain itu pasar industri syariah di negara ini pun sangat besar mengingat 80 persen populasinya adalah Muslim. Untuk menjaring perhatian dan minat masyarakat inilah, BI menyelenggarakan FES. Dengan demikian diharapkan Grand Strategy BI terhadap pasar perbankan syariah Indonesia dapat menjadi yang paling atraktif di ASEAN tahun ini serta terkemuka di kawasan Asia Tenggara pada 2010.

Sejumlah pelaku industri syariah pun telah menyatakan keikutsertaannya sebagai peserta FES. Diantaranya adalah Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI). Ketua AASI, M Shaifie Zein mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan FES. Meski dampak terhadap minat masyarakat tak langsung terasa, namun sosialisasi ini akan membuat minat masyarakat tergugah akan ekonomi syariah. “Event ini sangat strategis untuk mengenalkan ekonomi syariah kepada masyarakat dan sebagai salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan industri syariah di Indonesia,” kata Shaifie.

Secara nasional, Shaifie cukup optimis asuransi syariah dapat tumbuh sebesar 30 persen hingga 40 persen dengan perolehan premi sebesar Rp 2 triliun di 2009. Di 2007, asuransi syariah memperoleh premi sebesar Rp 1,2 triliun dengan total asset Rp 1,9 triliun. Sementara untuk hitungan premi 2008 belum terkumpul. Meski demikian, Shaifie cukup yakin asuransi syariah Indonesia bisa mencapai premi sekitar Rp 1,6 triliun hingga Rp 1,7 triliun di 2008, meski krisis ekonomi global tengah terjadi.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Yuslam Fauzi mengatakan FES merupakan salah satu bentuk sosialisasi dan promosi yang diperlukan perbankan syariah demi mendorong dan mengenalkan industri ini kepada masyarakat. “Kegiatan ini merupakan upaya berjamaah dan mengandung sinergi yang kuat dibanding jika melakukan sosialisasi sendiri-sendiri,” kata Yuslam.

Untuk itu pihaknya pun mendukung terselenggaranya kegiatan ini dan ikut mengambil partisipasi. Yuslam mengatakan BSM pun akan memiliki stan yang agak eksklusif. Pasalnya agen penjual sukuk ritel ini juga akan menjual instrumen investasi tersebut di stannya.c67/kp

Sumber: http://ng.republika.co.id/berita/29235/Festival_Ekonomi_Syariah_Kembali_Hadir

Posting oleh Muhammad Zen ke MANAJEMEN DAN EKONOMI ISLAM pada 2/03/2009 08:12:00 PM