“I’MALI ya Fathimah…I’mali ya Fathimah” perintah Rasulullah SAW kepada puterinya, Fathimah al-Zahra. Maksudnya, “Bekerjalah wahai Fathimah…Bekerjalah wahai Fathimah.” Sabda Rasulullah SAW ini menunjukkan, bahwa siapapun harus bekerja dan berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Demikian disampaikan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mohamad Zen, M.A., dalam diskusi bertema Sukses Berwirausaha ala Rasulullah SAW, di Pondok Baca Qi Falah, Jl. Sampay-Cileles Km. 5 Sumurbandung Kec. Cikulur Kab. Lebak Prop. Banten, Ahad (12 April 2009) sore.

Menurut calon doktor bidang Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, selain sebagai Rasul dan Nabi, Muhammad SAW juga seorang wirausahawan atau interpreneur. Misalnya, sejak berusia 8 tahun 2 bulan, beliau sudah menggembalakan kambing. Ketika berusia 12 tahun, beliau juga tak jarang turut serta dalam kafilah dagang kakeknya, Abdul Muthallib, baik ke Syria maupun ke negeri lainnya. Ia juga pernah mengabdi pada saudagar kaya Khadijah bint Khuwailid, juga sebagai pedagang.

Pengalaman-pengalaman ini menempanya menjadi wirausahawan sukses nan jujur. Bahkan kala mengabdi pada Kkadijah, dengan modal kejujuran, semua pelanggaan mencintainya dan segan padanya. Julukan al-amin (yang terpercaya) lantas dilekatkan padanya. “Rasul itu berhasil karena jujur,” ujarnya.

Dikatakannya, ketika pada usia 25 tahun melamar Khadijah, maka Muhammad memberikan mahar 20 ekor unta muda. “Ini menunjukkan Rasulullah SAW adalah wirausahawan yang sukses,” ceritanya. “Karena itu, dalam menjalankan usaha, hendaknya umat Islam meneladani sifat beliau; siddiq, amanah, fathonah dan tabligh,” imbuhnya.

Menurut penulis buku Zakat dan Wirausaha ini, jiwa wirausaha sebetulnya dapat ditemukan dalam diri siapapun, baik pengusaha maupun masyarakat umum. Jiwa ini ada para diri petani, karyawan, pegawai pemerintahan, siswa/santri, mahasiswa, guru, dosen, pimpinan organisasi, politik, pedagang dan sebagainya.

Yang penting diingat juga, katanya, seorang wirausaha tidak boleh lemah. Dia harus punya semangat juang tinggi, pantang menyerah, tidak putus asa, semangat kerja sama, memiliki cita-cita yang kuat, dan bernilai luhur. “Inilah rahasia sukses wirausaha Rasulullah SAW,” terangnya.

Lantas, apa sih kunci sukses berwirausaha? Menurutnya, diantara kuncinya adalah hemat pangkal kaya, berfikir masa depan, menjaga kepercayaan, pandai membaca peluang, kreatif dan inovatif, percaya diri dan berkomitmen tinggi. “Insya Allah, kita semua bisa sukses jika hal-hal ini kita penuhi,” ungkapnya.[nhm]
Kamis, 2009 April 30
Sumber: http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2009/04/rahasia-sukses-usaha-rasul.html