TEMA: “HIKMAH RAMADHAN & LEBARAN”
Oleh: Muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA*)

أللهُ أَكْبَر. 9x
أَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا. وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا. وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لااله الا الله ولا نعبد الاايّاه مخلصين له الدين ولوكره الكافرون. لااله الا الله وحده, صدق وعده, ونصر عبده, وأعزّ جنده, وهزم الاحزاب وحده. لااله الا الله والله اكبر. الله اكبر ولله الحمد.
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرُ الصِّيَامِ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ ضِيَافَةً لِلصَّائِمِيْنَ وَفَرْحَةً لِلْمُتَّقِيْنَ و الحمد لله الذى امرنا بإصلاح معيستنا لنيل السعادة و رضاه أشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له خالق الارض والسموات. واشهد ان محمداعبده ورسوله. اللهمّ صلّ وسلم وبارك على سيّدالكائنات. نبيّنامحمد وعلى أله وصحبه اجمعيمن.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَآ عباد الله أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى وَخَابَ مَنْ طَغَى
قَالَ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَلَـوْ أَنَّ أَهْلَ اْلقُرَى ءَامَنُوْا واتَّــقَوا لَـفَتحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلكِن كَذَّبوُا فَأَخَذْناَهُمْ بمِا كَانوُا يَكْسِبُون.[الأعراف: 96] صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ. وقال النبى من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال فكأنما صام الدهر (رواه البخارى)

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد!
Marilah kita bersyukur ke hadhirat Allah Swt. yang telah memberikan berbagai nikmatnya, sehingga pada pagi hari yang cerah ini kita bersama dapat duduk bersimpuh mengucapkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil sebagai perwujudan dari rasa syukur kita menyelesaikan ibadah shaum di bulan suci Ramadhan 1430 H. Dan hari ini kita memasuki hari kemenangan yang penuh dengan kebahagiaan disamping sebagai bentuk syukur atas nikmat dan karunianya bisa berjumpa lagi dengan idul fitri, sejalan dengan firman-Nya pada QS. Al-Baqarah ayat 185:
قَالَ اللهُ تَعَالَى: .. وَلِتُكْمِلُوْا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُ اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ. {البقرة : 185}.
“…Dan hendaknya kamu mencukupkan bilangannya dan hendaknya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, niscaya kamu bersyukur”. (QS. Al-Baqarah: 185).

Shalawat dan salam mari kita selalu sanjungkan kepada Nabi akhir zaman, pembawa amanat Ilahi, teladan bagi manusia, Nabi besar Muhammad Saw. dengan harapan semoga kita semua, kaum muslimin dan muslimat, pada hari akhir nanti mendapatkan syafaat dari baginda Rasulullah Saw.

Allahu akbar 3X
Hadirin Jama’ah ‘Iedul Fitri Rahimakumullah

Kita tidak tahu apakah tahun depan kita akan berjumpa kembali dengan puasa ramadhan dan lebaran. Kita tidak tahu kapan kita akan meninggal, apakah hari ini, esok hari, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau tahun-tahun berikutnya. Sebab Allah menegaskan (QS. Yunus (10): 49)
49. Tiap-tiap umat mempunyai ajal apabila telah datang ajal mereka, Maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).
Oleh karenanya marilah bersama-sama kita tingkatkan keimanan kita kepada Allah SWT dan tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mohon ampun kepada Allah dan memaafkan kerabat kita, saudara kita dan lainnya, meskipun mereka pernah menyinggung perasaan kita atau samapi menyakiti kita. Allah adalah maha Pengampun, oleh karenanya sudah sepatutnya kita sebagai hamba Allah untuk saling memaafkan terhadap sesama manusia terutama saudara, handai taulan, tetangga dan sebagainya.

Hadirin Jama’ah ‘Iedul Fitri Rahimakumullah
Banyak hikmah yang dapat kita dapatkan dari madrasah ramadhan dan Lebaran
Pertama. Mudik: Jalin kerjasama-persatuan dan kesatuan
Idul Fitri merupakan momen yang selalu ditunggu umat Islam yang telah menjalankan puasa. Arti Idul Fitri sepenuhnya ditentukan oleh puasa yang telah dilakukan selama sebulan penuh itu. Makin baik puasanya, makin bermakna Idul Fitri yang dirayakan. Idul Fitri adalah simbol kemenangan umat Islam dari pertempuran besar melawan hawa nafsu. Bahkan tak jarang idul fitri dimaknai sebagai bulan mudik.
Pepatah mengatakan: “Sejauh-jauh burung terbang, akhirnya akan kembali ke sarangnya”. Hal ini terasa sekali pada saat menjelang hari raya Idulfitri (Lebaran), dimana banyak sekali orang Mudik ke kampung halamannya masing-masing. Kata Mudik diserap dari kata “Udik” yang berarti desa atau jauh dari kota alias di udik. Mudik berarti kembali ke udik, ke asal usul kita dilahirkan. Jadi, mudik juga berasal dari frasa “menuju udik” selain bisa bermakna kembali ke kampung halaman kita juga berarti kembali ke asal (hulu).
Kaum Muslimin-Muslimat yang Berbahagia
Ternyata ritual mudik bukan hanya milik manusia saja. Banyak jenis satwa yang melakukan ritual mudik, terutama untuk golongan ikan (pisces) dan burung (aves). Yang paling fenomenal adalah mudiknya ikan salmon atlantik. Mereka rutin melakukan migrasi ke tempat kelahirannya meski mengarungi berbagai rintangan dan seringnya berujung pada kematian. Satu-satunya motif mudik berbagai satwa tersebut adalah insting untuk mempertahankan kelangsungan populasi mereka dan berjumpa dengan yang lainnya.

Mudik kental dengan silatuurahim. Simbol ini memberikan pengertian bahwa diharapkan setiap diri ini untuk menjaga persatuan dan mengunjungi sanak famili baik jauh maupun dekat sebagai simbolisasi silaturrahmi.
Bukan kah rasul bersabda:
صلة الرحيم تزيد الرزق والعمر
من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فاليصل رحمه

Mudah-mudahan lepas dari ramadhan ini dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui silaturahmi di mana pun kita berada dan saling memaafkan. Agar kita tergolong orang-orang yang bahagia yaitu tergolong al-faizun atau al-muflihun.

Apalagi kita berasal dari rahim ibu kita, di situlah titik temu kasih sayang antara kita dan saudara-saudara kita dengan silaturahim, mengunjungi saudara kita baik yang dekat maupun yang jauh, yang dapat menghubungkan kembali ikatan kekeluargaan dan kasih sayang. Lebih jauh lagi, mudik juga bisa membantu kita untuk memahami makna keberadaan kita sebagai manusia dari mana kita berasal dan kembali ke mana juga kita nanti? Yaitu mudik ke alam akhirat. Sehingga dibutuhkan banyak bekal nanti dengan amal sholih dan kebajikan.
Allahu akbar 3X
Hadirin Jama’ah ‘Iedul Fitri Rahimakumullah

Pada pagi hari ini Allah menghalalkan kita makan dan mengharamkan puasa. Sebab seluruh umat Islam telah melaksanakan puasa sebulan penuh. Sebulan penuh kita menahan diri dari lapar dan haus. Sebulan penuh kita menghindari perbuatan keji dan munkar. Dengan demikian saat berbicara lebaran tidak akan lepas dari pembahasan bulan ramadhan.

Kedua; Meningkatkan Ketaqwaan
Keimanan dan bertaqwa kepada Allah tak lain dari tujuan puasa dan lebaran. QS. Al-Baqarah: 183:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Selepas ramadhan perlu kita renungkan bersama? Apakah dapat meningkatkan keimanan atau justru sebaliknya keimanan semakin melemah. Allah menegaskan orang yang beriman dan suci dirinya termasuk kategori orang beruntung. (QS. Asy-Syams:9-10)
9. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Sebab puasa melatih orang untuk mensucikan jiwanya dengan simbolisasi kejujuran dan kedisiplinan, saat berpuasa. Bahkan akan menyebabkan setiap yang berpuasa menjadi sehat sebagaimana sabda rasul: suumuu tasikhuu.

Hadirin Jama’ah ‘Iedul Fitri Rahimakumullah

Ketiga; Zakat/sedekah sebagai ibadah sosial
Ada pelajaran lain yang dapat kita petik, yaitu kewajiban membayar zakat mengajarkan kita untuk meningkatkan solideritas antar sesama, membantu kepyang ada kaum papa. Zakat terbagi menjadi dua yaitu zakat mal dan fitrah. Zakat mal pelaksanaan tidak hanya di bulan ramadhan boleh dibulan lainnya. Lain halnya zakat fitrah pelaksanaan hanya pada bulan ramadhan. Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap insan baik merdeka maupun budak laki-laki atau perempuan dengan keterangan rasul bahwa orang yang menunaikan sebelum id diitung sebagai zakat fitah yang diterima dan setelah id dihitung sebagai sedekah biasa
من اداها قبل الصلاة وهي زكاة مقبولة ومن اداها بعد الصلاة وهي صدقة من الصدقات ((رواه البخارى)

Keempat; Anjuran 6 hari Puasa Sawal: satu tahun pahala
Oleh karena itu, Rasul sangat menganjurkan kepada kita setelah ramadhan untuk melangkapi puasa ramadhan ini dengan puasa di bulan syawal sebanyak enam hari.
من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال فكأنما صام الدهر (رواه البخارى)
Barang siapa yang puasa di bulan romadhan (penuh) kemudian meneruskannya dengan puasa syawal enam hari bagaikan puasa satu tahun lamanya. (HR. Bukhori)

Ahli matamatika mengalikan setiap hari dengan 10 kali lipat, sebab ibadah di bulan ramahan akan diganjar oleh Allah sepuluh kali lipat. Dengan demikian puasa ramadhan (30 hari) ditambah enam hari jadi 36 dikali sepuluh berarti 360 hari. Bukankah jumlah hari dalam setahun 356 hari.

Hadirin Jama’ah ‘Iedul Fitri Rahimakumullah
Kelima; Simbol puasa dan baju baru: menjaga kesucian
Saat berbicara puasa, akan mengantarkan kita mencermati Filosopi Tumbuhan dan Hewan berpuasa, kenapa Tumbuhan dan hewan juga berpuasa?

Tumbuhan puasa saat ingin menggugurkan daunnya, contoh : pohon mangga, pohon jati.

Ular berpuasa saat ingin mengganti kulit menjadi kulit baru, ulat berpuasa saat membuat kepompong menuju menjadi wajah baru (kupu-kupu), ayam berpuasa saat mengerami telurnya agar dapat menetaskan anaknya.

Perlu adanya perenungan bersama, ayam saat mengerami telur akan berbuah hasil yang baik dengan menetasnya anak ayam dan tidak dapat hasil yang baik dengan menjadi telur busuk/tembuhuk.
Melaksanakan ibadah Puasa juga ternyata dapat menghasilkan dua hasil, bagi yang menjalani ibadah puasa dengan keimanan dan keihlasan akan membuahkan hasil yang baik bagaikan anak ayam/ pitik yang suci bersih sebab akan menghadapi hari bahagia idul fitri (kembali suci). Lain halnya mereka yang berpuasa tidak dengan keimanan hanya mengharap pujian akan membuahkan hasil yang tidak baik menjadi telur busuk dan tidak menjadi fitrah.

Hadirnya lebaran memberikan kemenangan seluruh umat Islam diseluruh dunia. Di Indonesia saat berlebaran perlu kita cermati mengapa lebaran identik dengan baju baru? Bukankah ada makalah yang menyatakan:
ليس العيد بلباس جديد ولكن العيد الايمان تزيد
Berlebaran tidak dengan hanya dengan baju baru melainkan keimanan bertambah

Namun demikian kenapa ada istilah baju baru? Pertanyaannya apakah symbol baju ada pada masa rasulullah? Berdasarkan keterangan dikitab shohih bukori karya imam bukhori bahwa pernah suatu ketika Umar memberikan hadiah ke rasul baju baru tujuannya agar rasul dapat mengenakannya saat hutbah id dan menyambut para tamu yang dating, namun rasul tidak menerimanya. Mengapa? Berdasarkan keterangan ahli hadis karena baju tersebut tersebut terbuat dari sutra.
Dengan demikian bahwa tradisi lebaran dengan baju baru merupakan simbolisasi kesucian, sebab baju baru terbebas dari noda dan kotor, demikian orang yang mengenakannya akan berusaha menjaga pakaian itu agar tetap bersih dan tidak terkena noda. Lebaran ada tradisi ketupat, berdasarkan informasi dari Prof. KH. Ali Mustofa Ya’qub bahwa ketupat merupakkan tradisi yang ada di Indonesia saja. Orang jawa sering menyebut ketupat dengan kupat yang berarti mengeku bersalah. Sebab pada hari lebaran salaing memberi maaf. Minal aidin wal faidzin. Di samping ketupat merupakan symbol persatuan tandanya dengan adanya ikatan dari dua daun kelapa.
Hadirin Jama’ah ‘Iedul Fitri Rahimakumullah

Kesimpulan yang dapat diambil dari khutbah kali ini adalah meskipun kita sudah ditinggalkan bulan puasa dan merayakan lebaran hendaknya kita senantiasa menjaga kualitas keimanan kita, melatih kesabaran, dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menyambung tali silaturrahmi pada akhirnya akan tercipta suatu tatanan masyarakat yang penuh kedamaian dan ketenangan saat merayakan hari raya idul fitri . Orang yang benar-benar beriman akan menjaga persatuan dan kesatuan bahkan memperoleh kemenangan dan memperoleh ketenangan dan kedamaian. Sesuai ungkapan makalah; “Al-Qaani’u Ghoniyyun Wain Kaana Jaaian, Wal hariitsu Fakiirun Wain Kaana Malikaddunya” (Orang yang merasa cukup atas pemberian Allah –tenang jiwanya– meskipun perutnya lapar, dan orang yang serakah — merasa tidak puas dan tidak tenang jiwanya– meskipun memiliki kekayaan dunia).

Kaum Muslimin-Muslimat yang Berbahagia

Semoga. Waallahu A’lam.

Hutbah Kedua:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
أللهُ أَكْبَر. 7xاَلْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَلاَهُ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. أَمَّا بَعْدُ: أَيــُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، فَأَكْثِرُوْا مِنَ الصَّلاَةِ عَلَى النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأيــُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Saudaraku, jamaah idul fitri yang dimuliakan Allah
Semoga Allah menerima segala amal ibadah yang kita lakukan, dan mudah-mudahan kita semuanya termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang bertaqwa. Mari kita berdo’a dan memohon kepada Allah SWT.
Allahumma ya Allah, ya Tuhan kami. Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, kesalahan dan dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami dan saudara-saudara kami kaum muslimin dan muslimat semua, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.
Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia, Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala, Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana, Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan, Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy, Yahudi pendusta, munafik pengkhianat, pasukan ahzab angkara murka… Laa ilaaha illa anta subhanaka innaa kunnaa minadhdhaalimiin…3X
Ya Allah, gantikanlah kepedihan dan kesedihan ini dengan kesenangan, sirnakanlah rasa takut menjadi rasa tentram, dan rasa cemas menjadi penuh harapan. Ya Allah, dinginkan panasnya hati ini dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Ya Allah, ya rahman ya rahim!
Tuhan Yang Maha pengasih dan Maha Penyayang, Yang kasih dan sayangnya tiada terbilang, di tengah kesibukan kami melakukan rutinitas kerja mengejar duniawi, di tengah kepanikan kami menghadapi sulitnya mendapat rizki dan ditengah kami menghawatirkan stamina dan kesehatan kami, serta ditengah kegalauan kami dan ketidak siapan kami saat menghadapi ajal kematian.

Bimbinglah kami untuk dapat melakukan silaturrahim, ringankanlah kaki kami untuk dapat saling berkunjung pada saudara, bantulah kami untuk dapat memaafkan kesalahan saudara kami, meskipun mereka telah menyakiti dan mendzolimi kami, berikan kemuliaan pada kami yang mau memulai meminta maaf dan ikhlas untuk memafkan.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, أَلأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَات. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْغَلاَءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْقَحْطَ وَالْوَبَاءَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَاْلأَمْرَاضَ وَالْمِحَنَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, مِنْ بَلَدِ اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةْ وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةْ, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلاًّ ِللَّذِيْنَ أَمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّّارْ. يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك وطاعتك 3x
Kampung Utan, 20 September 2009