RESUME SEMINAR NASIONAL

Jakarta, 26 Juni 2008 di Aula Uhamka Lt. 4diadakan seminar nasional ”Konsep dan operasional BMT di Indonesia” kerjasama AKACI (asosiasi kampus ciputat) terdiri dari UIN Jakarta (P3EI dan LKEI), UHAMKA, STIE Ahmad Dahlan, UMJ, dan STEI SEBI. Sebagai narasumber yaitu Euis Amalia, M.Ag, sebagai (kajur muamalat fsh uin jakarta & ketua ksu bmt cita sejahtera), ir. yadi nurhayadi, m.si (praktisi bmt & dosen stei sebi), sofyan rizal, (dosen unas jakarta). Adapun moderatornya yaitu pejabat kajur muamalat uhamka gusniarti, mag.

PEMAKALAH I;

EUIS AMALIA, M.AG

Keberadaan ekonomi syariah sangat perlu dan memadukan teoritis dan praktis. Latar belakang pentingnya BMT sebagai wujud andil terhadap kesejahteraan masyarakat. Sehingga perlu menciptakan BMT yang mapan dan capable.

Permasalahan usaha mikro:

1. BMT belum memenuhi standar Perbankan atau belum bankcable.

2. Kendala regulasi BMT

Peneltian di Jakarta, Yogyakarta, Banten dan Wonosobo:

1. BMT punya modal sendiri (internal)

2. BMT ada yang memiliki dana hampir 70 milyar.

Respon LKMS terhadap Kebijakan:

Kendala :

Modal, SDM, dukungan tiap pihak.

Respon Nasabah ”Potensi LKMS”:

Kendala Surat menyurat// administrasi.

LKMS dapat meningkatkan omset responden.

Sikap pengelola :

Belum ada lembaga pemeringkat, belum ada lembagaa penjamin LKMS.

Mengukur organisasi dengan ANN:

Human Capital

Organization Capital

Information Capital

Regulasi yang mendukung LKMS?

BMT harus berbaju KJKS (koperasi jasa keuangan syariah). KEPMEN kurang kuat dalam pelaksanaan BMT sebagai lembaga keuangan.

Sekarang ada kebijakan pemerintah adanya KUR. Biasanya kebijakan ini merupakan menjelang pemilu. Akan banyak macet seperti KUT dan sebagainya, sebab mentalitas masayarakat bahwa dana tersebut adalah dana pemerintah dan hibbah.

Untuk itulah perlu adanya kebijakan untuk memperat ekonomi kerakyatan dan LKMS. Demikianlah yang bisa saya sampaikan akan kita lanjutkan dalam diskusi berikutnya.

Pemakalah II:

IR. YADI NURHAYADI, M.SI

Problematika ekonomi mikro Islam saya mulai dengan pertanyaan mendasar yaitu:

1. Kehidupan apakah anugrah atau kesengsaraan?

2. Menjadi manusia, patutkan disyukuri atau disesalkan

3. Bumi, langit dan segala isinya yang dihamparkan untuk bersama atau perorangan

4. Akhirat, akankah keadilan ditegakkan

Semua bermuara pada landasaa ”Akidah dan syariah”.

Termasuk dalam bermuamalah harus merujuk kepada akidah dan syariah. BMT perlu adanya dana yang selalu ada. Baitul Mal adalah lembaga yang nonprofit. Sedangkan baituttamwil adalah lembaga profit. Agar kuat dan sehat sebagai hamba Allah. BMT HARUS memiliki dana yang cukup. Dengan menguatnya akar perekonomian melalui BMT akan memperoleh kebahagiaan hidup bagi muslim di dunia dan di akhirat. Sehingga kita berharap dapat memperaktekkan ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, BMT tidak hanya dengan modal semangat saja namun perlu kuatnya dana secara riil.

PEMAKALAH III:

SOFYAN RIZAL

Marketing Manajemen

Ada tiga golongan:

1. Ada yang mendengar dengan serius

2. Ada mendengar dengan sambil lalu

3. Ada yang terdengar suaranya apa mendengkur.

Orasi: ora ono isinya.

Strategi sebagai posisioning. Kalau kerja di pertamina berati tukang minyak tanah. Kodomo adalah produsen yang berhasil dalam marketing. Dengan melalui jalur ceruk yang kecil posisioning sampo alat-alat kecil.

2 C (costumer dan Company) lebih cendrung monopoli. BMT bisa 3 C (company, costumer dan competisy). Taktik dipengaruhi oleh 4 P (price, place, promotion, product).

Innamal a’malu bi alkhawatim (segala sesuatu dinilai akhirnya, dapat sertifikat).

Di dalam konvensional ada istilah klimurologi. Sebagai contoh kenapa rama suka sinta. Sekarang baru ketahuan karena kulit sinta lebih putih dari kulit santi.

Dalam pasar ada yang pasar rasional dan pasar emosional. pasar rasional adalah maunya ingin murah dan profitnya tinggi. pasar emosional adalah pasar yang lebih cendrung melihat aspek ibadah atau aspek lainnya.

Pasar emosional relatif stabil, pasar rasional tidak karuan dan tidak stabil.

BMT harus non-profit oriented. Di Malaysia bunga adalah faidah, sehingga nabunglah di bank yang tak berfaidah.

Ada beberapa langkah yang dilakukan tergantung kondisi?

Kalau musim hujan tukang es ganti profesi sebagai tukang baso.

Sehingga perlu dilakukan promosi BMT secara excellent.

Problematika nasabah mengembalikan uang sangat sulit. Untuk itulah perlu dilakukan pendekatan melalui para ulama. Misal dengan janji surga dan ancaman neraka.

Prinsip operasional BMT harus ditingkatkan biaya dan operasional dalam profesionalisme.

PERTANYAAN-PERTANYAAN:

1. HAFIZ

Pascasarjana UIN

Untuk bu Euis, bagaimana peran PINBUK dan ikatan Baitul Mall?

Pembiayaan yang balance?

BMT memiliki strategi marketing sendiri, bagaimana dengan BPRS dan Bank Syariah?

2. Yadi

UHAMKA

”Payung hukum BMT seperti apa?” idealnya BMT seperti apa?

Kita sepakat BMT bukan lembaga sosial. Peran baitul mal sring dilupakan. Contoh BMT Sunda kelapa. Bagaimana mensinkronkan fungsi sosial dan bank.

3. M. RIDWAN

IAIN Medan

Penelitian ibu ada asset 50 milyar bahkan sampaikan 70 milyar. Bagaimana ibu mencermati strategi dapat modal tersebut? Di antara BMT penelitian ibu mana yang tidak sukses apa kendalanya? Di Medan dilakukan khusus pertemuan melalui pengajian 5 kali pertemuan. Sehingga dapat personal garansi bagi BMT di Medan.

Ada beban yang cukup besar bagi jargon syariah. Sehingga kendala kita adalah orang yang pakar perbankan syariah dia bisa menangani perbankan konsvensional? Lain halnya perbankan konvensional mereka lebih siap menangani perbankan syariah?

4. ROSITA

Alumnus Community Development

Saya sharing, sudah meneliti di Sulawesi selatan tentang pemberdayaan masyarakat. Sukses pemberdayaan yaitu membangkitkan senss of bellonging. Untuk sukses menurut saya:

1. Acceptable

2. Profitable

3. Sustainable

4. Repliktable

Tanggapan Euis:

Pertimbangan sosial cultural memang sangat penting sesuai penelitian yang saya lakukan. Penelitan yang saya lakukan di antaranya PINBUK, INKOPSYAH, BMT Center dan sebagainya. Kekuarangan BMT sampai kini aalah belum adanya oraganisasi skala nasional, melalui APeks Selama ini menurut saya cukup berkembang.

Yang menyebabkan BMT besar di Yogyakarta di antaranya melalui asosiasi jaringan, memiliki manajerial yang kuat, memiliki visi dan misi yang jelas, di miliki oleh masyarakat. Di Solo sudah ada reflikasi ”BMT Dinar” dengan asste 70 milyar.

Badan hukum BMT adalah KJKS. Dengan integreted yang kuat mereka melakukan pendekatan melalui pengajian dan pendekatan. Kasus Mahmud Yunus ”ternyata masyarakat dapat membebaskan dirinya keluar dari kemiskinannya sendiri”.

Tokoh yang gencar adalah Prof Dr. Amin Azis sehingga butuh tokoh-tokoh yang lain. Ada lima aspek yang menyebabkan organisasi besar ” high nobility dan hight profitibility” dengan memberikan kepuasan kepada pelanggan dan pegawai. Leadership mampu merealiasikan visi dan misinya yang dapat mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sosial program masyarakat sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat hadirnya BMT.

Asset mereka puluhan milyar sekalai lagi karena adanya assosiasi yang kuat dan kultur masyarakat setempat menjadi besar.

Idealitas BMT ada dua opsi. Berbadan koperasi dengan undang-undang yang kuat. Kalau kementrian koperasi sehingga perlu adanya departemen koperasi syariah. Jika ada regulasi jangan kaku contoh bagi BMT yang memiliki asset di atas 10 milyar dapat menjadi BPRS. Demikian halnya jangan terlalu longgar terhadap prudensial. Sehingga perlu akomodatif dari berbagai kepentingan ekonomi Islam yang valid melalui undang-undang yang dapat memberikan pengembangan bagi ekonomi rakyat atau ekonomi nasional.

Atau bisa juga sebagai lembaga mikro hanya saja payung hukumnya yang sulit apakah di bawah BI, depkeu, atau depkop?

Persoalan bersama adalah mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tanggapan yadi:

”Penelitan yang mengarah yang seimbah antara fungsi sosial dan profit belum ada”. Tidak adanya regulasi akhirnya lebih banyak praktek di baituttamwil dan minimnya baitul mal. Jika BMT dikelola dengan profesional akan menaggulangi problematika ekonomi Islam. Sangat sulit kalau bankir syariah turun ke konvensional sebab beda frame bagi hasil dan bunga. Kecuali kalau bankir syariah terjun ke bank konvensional untuk mengajak dan merubahnya menjadi bank syariah.

Tanggapan Sofyan:

BMT tidak akan menang kalau berhadapan dengan Bank Syariah dan BPRS. Sehingga tidak bisa untuk berkompetisi. Perlu dibangun adanya kepemilikan atau ownership seperti communitas bank yang dapat mendekatkan emosional yang kuat. Keberadaan ulama sangat penting dalam mensosialisasikan BMT dan kesehatan suatu bank.

Millenium marketting sebab ditemukan tahun 2000. Intinya sudah ada di Islam melalui vallue added. Di barat adanya ramah lingkungan. CSR menjadi wadah promosi yang sangat penting. Rokok jarum meski dipersulit dengan UU dan perda yang sulit, dengan melalui dana reboisasi.

Marketting sangat luas.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s